This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Maret 2020

Kebudayaan Cirebon Jawa Barat

A. Budaya Cirebon


Budaya Cirebon adalah sebuah entitas yang khas dan unik, tidak bisa diabaikan begitu saja dalam kajian kebudayaan etnis di Indonesia. Kondisi geografisnya sangat memungkinkan terjadinya persilangan budaya, terutama budaya Sunda, Jawa, Cina, Arab, India, dan terakhir budaya Barat yang diterima dengan penuh bangga oleh kaum muda.

Masa-masa kolonial dan pemaksaan sikap feodalistik telah menimbulkan suatu sikap Resistence of Colonised perlawanan si terjajah terhadap coloniser (penjajah). Posisi Geopolitik Cirebon memaksakan keharusan kepemimpinan yang kuat, ”lemah berarti bencana”. Di tengah dua kekuatan politik dan militer (Mataram dan Belanda) dan dua kekuatan kultural (Sunda dan Jawa) yang sebagai the other. Sikap egaliternya merasa diinjak-injak, tak mampu melakukan perlawanan fisik karena kehilangan daya organisasinya. Wong Cherbon melakukan pemerdekaan kultural.

Dengan mencomot bagian-bagian budaya para penghimpitnya, lahirlah suatu kultur yang diakui sebagai jati diri wong Cherbon, tanpa membuat para penghimpitnya tersinggung, karena sikap konfrontasinya dihilangkan dan karakteristik koeksistensi dan kooperasinya dikedepankan. Cirebon pun menjadi khas pada bahasanya, keseniannya, tradisinya dan ide-ide yang diyakinkannya.

Lahirlah tarling untuk menyatakan dirinya sejajar dalam koeksistensinya dengan Barat dicontohnya gitar, ditaklukannya dia lalu dimasukannya kedalam sistem nilai timur ( gamelan ), untuk kemudian betul-betul menjadi Cirebon. Lahir pula seni Burok dengan ditingkahi musik dog-dog, ia adalah Cirebon yang lahir dari Trans Kultural dengan angka persilangan budaya didalamnya, Burok walaupun dalam perwujudannya lahir dari sinkretisme Agama kultur Hamiyah-Samiyah (AD, AL Marzdedek, Parasit Akidah), ia dianggap mewakili Islam. Macan mewakili kultur keberanian dan kegagahan Siliwangi dan Cirebon, gajah akulturasi dari Hindu, kadang-kadang dalam seni Burok ini ditampilkan barongan (dari barongsai) tapi dengan pemain tunggal, bolehlah ia dianggap mewakili budaya Cina.

Pada tahap perkembangan tahun 1970-an seni burok diiringi musik tambahan gitar dengan iringan pujian Shalawat dan lantunan syair-syair Berjanzi lalu seiring perkembangan zaman seni ini termarjinalkan karena serbuan industri hiburan moderen. Nasibnya sama dengan tarling. Kedua kesenian ini kemudian bermetamorfose. Burok memadukan dog-dognya dengan dangdut, bahkan nuansa dangdutnya lebih dominan. Tarlingpun menjadi tarling dangdut lalu berkembang menjadi dangdut Cirebonan.

Namun perkembangan seni yang semula penuh makna simbolis filosofi religi, kini hanya mengedepankan nilai hiburannya saja, terdegredasi, mubadzir dan nilai rendah jauh dari agama dan kesantunan budaya asli Cirebon. Keduanya masih tetap Cirebon, tapi Cirebon yang sudah tercabut dari akarnya, semula dibangun sebagai bentuk pembebasan diri atau pemerdekaan, sekarang kembali jatuh menjadi kultur Subaltern (bawahan /jajahan) budaya lain.

Kota Cirebon memiliki berbagai seni dan budaya tradisional khas yang bernuansa Islam serta bercirikan tentang kehidupan dan perjuangan. Kota Cirebon juga memiliki event-event tradisional yang hingga saat ini masih dilaksanakan, seperti sedekah bumi/Mapag sri, Nadran (sepanjang wilayah pantai utara) dan muludan (setiap bulan maulid di kalender Islam).

Kebudayaan yang ada di Kota Cirebon sebenarnya memiliki potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan sehingga dapat diberdayakan menjadi nilai tinggi yang dapat dilestarikan dan dapat disajikan nilai komoditas pariwisata sebagai daya tarik tersendiri di Kota Cirebon.

Kesenian, tradisi dan unsur-unsur nilai budaya yang amat luhur sebagai faktor penunjang dalam menyokong pembangunan di wilayah Kota Cirebon. Budaya yang cenderung religius berbaur dengan budaya Keraton yang bernuansa kerajaan sangat khas dan amat menonjol sebagai ciri khas yang amat kental di Kota Cirebon.

B. BEBERAPA KEBUDAYAAN ASLI CIREBON

 1. TARI TOPENG

Salah satu kesenian yang ada di Cirebon adalah seni tari yang dikenal dengan nama tari topeng yang mana sesuai dengan namanya, sang penari akan memakai topeng, seni tari ini pada awalnya merupakan sebuah alat diplomasi yang digunakan ketika Kerajaan Cirebon sedang berperang melawan Kerajaan Karawang, sang penari dalam tarian topeng ini akan mengganti topengnya sesuai dengan karakter yang dibawakan.

 2. SINTREN

Kebudayaan kedua yang dimiliki oleh Cirebon adalah berupa sebuah kesenian tari yang dikenal dengan nama tari sintren di mana seni tari ini memiliki unsur magis, pada awal pertunjukan seni tari, sang penari akan diikat dari mulai leher hingga ujung kaki kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang ditutup dengan kain namun setelah itu ternyata sang penari dapat membebaskan diri dari ikatan tersebut.

 3. KESENIAN GEMBYUNG

Kesenian ketiga yang dimiliki Cirebon adalah kesenian yang bernama gembyung di mana kesenian ini merupakan salah satu peninggalan dari dari para wali yang menyebarkan agama Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung merupakan salah satu bentuk pengembangan dari kesenian terbang dan sering ditampilkan dalam acara – acara keagamaan yang ada di Cirebon seperti maulid, rajaban, dan syuro.

 4. GENJRING RUDAT

Kesenian selanjutnya yang dimiliki oleh masyarakat Cirebon adalah sebuah kesenian yang bernama genjring rudat di mana kesenian ini merupakan sebuah kesenian yang berkembang di lingkungan pesantren. Jenis alat musik yang biasanya digunakan dalam kesenian genjring rudat antara lain genjring, bedug, dan terbang yang biasanya diiringi dengan puji – pujian kepada Allah dan rasul-Nya.

 5. ANGKLUNG BUNGKO

Kesenian kelima sekaligus yang terakhir kami bahas di artikel ini adalah kesenian Cirebon yang dikenal dengan nama angklung bungko yang mana sering kali dipentaskan dalam acara – acara adat di antaranya nyadran, ngunjung buyut, dan berbagai jenis acara adat lainnya, dalam kesenian angklung bungko ini sang penari akan mementaskan berbagai tarian seperti tari panji, benteleye, dan tari lainnya.

 6. BUROQ

Kesenian Buroq lahir di Cirebon diperkirakan tahun 1920 di desa Kalimaro Kecamatan Babakan. Penciptanya yaitu Bapak Ta’al. Genjring Buroq merupakan kesenian helaran atau arak-arakan terutama dalam khitanan untuk mengarak pengantin sunat. Waditra yang digunakan adalah 4 buah genjring, gong, gitar, biola dsb. Peralatan boneka Buroq terdiri dari boneka yang berbadan kuda bersayap dan berkepala wanita cantik, sepasang boneka ondel-ondel, macan tutul dsb.

 7. TARLING KLASIK

Tarling Klasik adalah kesenian khas daerah Cirebon yang lahir diperkirakan tahun 1934 dan hingga saat ini masih populer digemari baik oleh masyarakat regional maupun nasional. Alat musik yang digunakan sangat sederhana yaitu gitar atau guitar dan bangsing/suling miring dilengkapi oleh alat musik lainnya seperti gong kendi, kecrek sendok, gendang terbuat dari tong sabun diberi karet untuk mengiringi lagu khas Cirebonan. Dari 2 buah alat musik gitar dan suling lahirlah kesenian yang disebut TARLING yang merupakan akronim dari kegua kata gitar dan suling.

 8. SAMPYONG

Sampyong atau ujungan merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang diwarnai unsur tari, olahraga, bela diri, kekebalan dan unsur magic. Alat yang digunakan untuk adu kekuatan yaitu tongkat rotan ukuran panjang kurang lebih 125 cm. Waditra yang digunakan adalah bedug, ketuk kenong, gendang, gong, dan kecrek. Jumlah wiyaga hanya 5 orang. Sampyong atau ujungan berkembang di wilayah utara diantaranya daerah Cirebon Utaradan Kapetakan (Bedulan).

 9. JARAN LUMPING

Jaran Lumping dahulu disebut juga Jaran Bari dari kata Birahi atau Kasmaran, karena mengajarkan apa dan bagaimana seharusnya kita mencintai Allah dan Rasulnya. Oleh karenaitu tarian Jaran Lumping digunakan sebagai alat dalam mengembangkan agama Islam.Yang menciptakan Jaran Lumping adalah Ki Jaga Naya dan Ki Ishak dari Dana Laya Kecamatan Weru. Waditra yang digunakan yaitu bonang kecil, bonang Gede, panglima, Gendang, Tutukan, Gong, dan Kecrek. Sarana lainnya Damar Jodog, Sesajen, Pedupaan, Bara Api/Aran dan Jaran Lumping 5 buah yaitu Jaran Sembrani, Jaran Widusakti, Jaran Widujaya, Jaran Sekadiu. Busana penari menggunakan ikat wulung gundel meled, udeng merah, sumping kantil dan melati,selendang, rompi, celana sontok, kestag]en/bodong dan kain batik.

 10. TAYUBAN

Tayuban konon lahir di lingkungan kraton dan digunakan untukmenghormati tamu-tamu agung juga digunakan untuk acara-acara penting seperti pelakrama agung (perkawinan keluarga Sultan), tanggap warsa, peringatan ulang tahun, papakan, atau sunatan putra dalem. Tayuban kemudian menyebar dan berkembang di masyarakat dengan pengaruh negatif baik datangnya dari luar maupun dari dalam. Waditra yang digunakan adalah laras pelog, gendang, bedug, saron, bonang dsb. Wiyaga berjumlah 15 orang. Busana Wiyaga bendo, baju taqwa, kain batik dan celana sontok. Busana Ronggeng kembang goyang, melati suren, sanggung bokor, cinatok, sangsangan, krestagen dan alat perhias

Cirebon merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa yang kaya akan budaya yang mana masih terus dijaga kelestariannya, beberapa budaya tersebut telah diulas pada artikel di atas.

Sejarah Seni Tari dan Awal Mula Muncul Tari Di Indonesia

A. Sejarah Seni Tari


Seni tari adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan mengungkapkan perasaan, maksud danpikiran. Tarian merupakan perpaduan dari beberapa unsur yaitu raga, irama, dan rasa.

Tari adalah desakan perasaan manusia di dalam dirinya yang mendorongnya untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak yang ritmis. Menurut Corrie Hartong, ahli tari dari Belanda, mengajukan batasan tari yang berbunyi tari adalah gerak-gerak yang diberi bentuk dan ritmis dari badan didalam ruang.

Tari adalah gerakan tubuh sesuai dengan irama yang mengiringinya.

Tari juga berarti ungkapan jiwa manusia melalui gerak ritmis, sehingga dapat menimbulkan daya pesona. Yang dimaksud ungkapan jiwa adalah meliputi cetusan rasa dan emosional yang disertai kehendak. Menurut Dr Soedarsono, tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah.

Gerakan pada seni tari diiringi dnegan musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan pesan yang dimaksud. Seni tari memiliki geraka berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berjalan. Gerakan pada tari tidak realistis tetapi ekpresif fan estetis. Agar sebuah tarian harmonis, tarian harus memiliki unsur tersebut. Gerakan seni tari melibatkan anggota badan. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.

B. Sejarah Seni Tari Di Indonesia

Dalam acara adat, tentunya peran tari dalam upacara kerajaan tentu berpengaruh. Bahkan dari dulu hingga kini, tarian digunakan dalam penyambutan tamu. Sehingga sejarah seni tarian di Indonesia dari masa ke masa mengalami perkembangan. Berikut adalah sejarah seni tari di Indonesia.

1. Era Primitif

Dimulai dari awal sebelum adanya kerajaan di Indonesia, tarian dipercaya sebagai sebuah daya magis nan sakral. Sehingga tercipta tarian yang digunakan berdasarkan kepercayaan mereka. Salah satunya adalah tari hujan, tari eksorsisme, tari kebangkitan, dan lain-lain.

Penciptaan tari ini didasari serta diilhami dari gerakan alam serta meniru gerakan makhluk hidup. Seperti misalnya menirukan gerakan seekor binatang yang ingin diburu. Umumnya, tari di era primitif dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok.

2. Era Hindu Buddha

Sejarah kesenian tari di Indonesia kemudian berlanjut pada masa penyebaran Hindu Buddha, yang mana terpengaruh oleh budaya yang dibawa pedagang.

Mulai dari era Hindu Buddha, sebuah tarian mulai memiliki standardisasi serta patokan, karena ada sebuah literatur tentang seni tari. Literatur kesenian tari ini dikarang oleh Bharata Muni dengan judul Natya Sastra yang membahas 64 jenis gerak tangan mudra.

3. Era Islam

Pada era penyebaran agama Islam, tarian hanya diperagakan oleh orang-orang dari luar Indonesia dan dilakukan pada saat hari raya. Kemudian perkembangan seni tari di Indonesia pada era Islam dimulai tahun 1755 saat kerajaan Mataram Islam terbagi dua.

Dengan dibaginya kerajaan Mataram Islam, kedua kerajaan ini mulai menunjukkan identitas mereka lewat seni tari. Sehingga, tarian yang ditampilkan bisa menjadi sebuah ciri khas dan identitas dari masing-masing kerajaan.

4. Era Penjajahan

Sejarah kesenian tari di Indonesia mengalami kemunduran di era penjajahan dikarenakan suasana saat itu sedang kacau. Akan tetapi, seni tari yang diperagakan di istana tetap dilaksanakan bahkan terpelihara dengan baik. Pada masa penjajahan, kesenian tari hanya diperagakan pada acara-acara penting kerajaan.

Salah satu contoh tarian yang diilhami dari perjuangan rakyat masa penjajahan adalah Tari Prawiroguno. Tarian ini merupakan tari tradisional yang berasal dari Jawa Tengah dan menggambarkan gagahnya prajurit masa itu. Prajurit dalam tarian ini menggunakan senjata serta tameng sebagai alat untuk melindungi diri.

5. Era Setelah Merdeka

Seni tari terus kembali berjalan setelah Indonesia merdeka sehingga tarian bisa dilakukan untuk upacara adat serta keagamaan. Terkadang, tarian ini juga berkembang saat ini sebagai sebuah hiburan. Selain itu, saat ini sudah mulai banyak anak muda yang mulai tertarik dengan dunia tari.

Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya anak muda yang menyukai tari serta dapat memperagakan berbagai macam jenis tari. Mulai dari tari tradisional bahkan hingga tari modern.

C. Unsur - Unsur Seni Tari

Sebuah seni tari merupakan sebuah gerakan ritmis yang diikuti oleh irama tertentu serta alunan music. Dari penjelasan ini, tentunya ada unsur seni tari yang harus ada pada pementasan tarian. Berikut adalah unsur seni tari yang harus ada.

1. Jenis Gerakan

Dalam sebuah pementasan tari, gerakan tentu menjadi poin penting yang harus ditunjukkan. Bahkan, beberapa gerakan tari ini memiliki aturan baku yang tentu memiliki nilai tersendiri. Sehingga emosi serta ekspresi dari penari bisa ditampilkan dengan tepat.

Biasanya dalam pementasan tari, anggota tubuh yang digerakkan biasanya meliputi tiga bagian. Yaitu anggota tubuh bagian atas, bagian tengah, serta bagian bawah.

2. Musik

Berdasarkan penjelasan di atas, sebuah tarian juga disertai dengan alunan musik. Alunan musik biasanya dimainkan menggunakan instrumen maupun suara yang muncul dari anggota tubuh. Seperti misalnya tari kecak dan tari saman yang diiringi dengan suara manusia.

Terkadang, sebuah music juga dapat memberikan kesan tersendiri serta menunjukkan identitas dari daerah asal tarian tersebut. Karena tidak semua tarian menggunakan satu instrumen maupun alat musik pengiring yang sama.

3. Kostum

Selain music, unsur seni tari yang harus ada dalam pementasan tari adalah kostum. Kostum selain menjadi unsur seni tari juga menjadi sebuah identitas sekaligus lambang dalam sebuah tarian. Aksesoris yang ada pada sebuah kostum tari bisa menjadi simbol tertentu yang berkaitan dengan tarian.

Sehingga sebuah kostum tari harus menunjukkan sebuah nilai keindahan atau estetika sehingga dapat menunjang penampilan seni tari. Biasanya, kostum tari untuk upacara dan kostum tari untuk hiburan memiliki perbedaan yang mendasar. Salah satunya adalah kesederhanaan dalam kostum tari upacara.

D. Fungsi Seni Tari

Dalam kehidupan, gerak tari menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan kaitannya dengan seni. Sehingga jika diresapi kembali, tentunya seni tari memiliki fungsi-fungsi tertentu dengan keberlangsungan hidup manusia. Berikut adalah fungsi seni tari yang harus kita ketahui..

1. Sarana Hiburan

Tarian merupakan sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika tinggi. Sama seperti karya seni lainnya, tarian juga menjadi kesukaan banyak orang tidak hanya dari pecinta seni tetapi juga masyarakat awam. Sehingga, timbul fungsi seni tari sebagai sarana hiburan. Indonesia memiliki berbagai macam tarian di setiap daerah yang tentunya pada saat tertentu sering dipentaskan. Sehingga sering ditemui pesta rakyat dengan menampilkan berbagai macam kesenian, termasuk juga tari-tari daerah.

2. Sarana Bergaul

Selain sebagai sarana hiburan, fungsi seni tari sebagai sarana untuk bergaul, karena bergaul merupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan bergaul dapat memupuk kerukunan dan persatuan antar sesama manusia.

Berbagai latar belakang manusia disatukan dalam sebuah pertunjukan tari, baik itu sebagai penonton maupun sebagai penari. Tidak jarang juga terdapat tari daerah yang melibatkan penonton untuk ikut andil dalam pertunjukan tari.

3. Sarana Upacara Sakral

Tidak hanya itu, fungsi seni tari juga bisa menjadi sarana upacara adat maupun upacara keagamaan. Di sisi lain, tarian juga bisa menjadi sarana mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Tarian sebagai sarana upacara sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan sejak zaman sebelum adanya kerajaan di Indonesia.

Contoh sederhana dari fungsi seni tari untuk upacara sakral bisa ditemukan di Bali, yang mana mereka menggunakan tari sebagai sarana untuk ibadah. Tarian untuk acara sakral ini dipertunjukkan pada satu momen tertentu dan biasanya juga terinspirasi dari peristiwa maupun legenda.

Jadi gaesss. Seni tari merupakan sebuah seni yang tidak bisa lepas dari kegiatan manusia. Tidak hanya sebagai hiburan maupun upacara, tarian juga bisa menjadi media untuk hidup sehat. Karena dengan memperagakan tarian, tubuh kita tentunya bergerak dan dapat melancarkan sirkulasi darah.

Sebagai masyarakat yang memiliki banyak tarian daerah, tentunya tarian daerah harus terus dilestarikan agar seni tari tidak lenyap ditelan zaman. Jangan sampai juga seni tari milik Indonesia diakui oleh negara lain hanya karena kita tidak melestarikan tarian daerah.

Rabu, 18 Desember 2019

Cara Memasang Widget Social Media Supaya Terlihat Lebih Menar




Memasang sebuah widget social media pada blog adalah salah satu cara yang efektif dalam mempererat hubungan pengunjung blog agar pengunjung lebih dalam mengenal pemilik blog

Salah satu pilar SEO adalah Media Sosial. Karena menurut para pakar SEO, Social Signal merupakan salah satu faktor pemeringkat blog kita di halaman hasil pencarian.

Jika kalian sudah membuat akun media sosial seperti, Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Linkedin, serta akun Youtube,usahakan pasang link ke akun media sosial Anda di sidebar blog.



Tujuan Memasang Widget Link Media Sosial di Sidebar Blogger tentu saja untuk menambah follower kita, teman, jaringan,dan juga juga penyebaran konten blog kita.

Berikut ini cara memasang widget social media di blog

Caranya mudah banget:

1. Layout > Add a Gadget

2. Pilih HTML/JavaScript

3. Judul kosongkan

4. Copas kode berikut ini:

<div style="text-align: center;">

<a href="isi link akun facebook anda" target="_blank" title="Like/Follow"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxSX4YLqANpUL0rzarSNJBqes2rRQ7V3gb7vosy_R9YuJsKPNLQn_ayhxqE4rfIQ3P3H_18KqEEDxVUSWWn3e0LdSQgSetb84v_Ov2fhljV1h4FdIx7ExUeT6Goqk-wqGKKkOoltKVWfc/s1600/facebook.png" style="border: medium none; position: relative;" / /></a>

<a href="isi dengan link akun twitter anda" target="_blank" title="Follow Me"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3MWjgWzdWWGvdPTLJbrJ3BG_A-YDYWUuHWKkDSNjz5wI1s_iMDnA_Kj7sOSBOcoN2cZCOX9WcqqiLz6OC0UedaXaMCQJFVOlpW6khvpBxKaveMpCzWcPzJlS4wPyLlVRhtjmgB7mSct0/s1600/twitter.png" style="border: medium none; position: relative;" / /></a>

<a href="isi dengan link akun googleplus anda"_blank" title="follow me"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMmAbi_2okk_Yax7b-4OkJH-jgBWekVbVhMVW1jS4E3jMBPAGJbfP6x1-jG3Z0XtgijGzxq0g2DI4vW76YNR6a4Utlv_TC7zZG9xYRLIPDmU2Hni_fXInqXu_eygSW7PbdLamlIzjR6A/s1600/google-plus.png" style="border: medium none; position: relative;" / /></a>

<a href="isi dengan link akun instagram anda" target="_blank" title="Follow Me"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZssZpq_4_KHP7qKGC0SbtguQHVMRAd8YT9syqUxuiXkxOZ2smSPwq3TNFGs8dOp6Qb1BO4NWGgIsIw0G9tkB3_lsIT-sYNHCP0LXBhw1oVNkgVvHFB_gA7GT3ZSH4ME_TA-WQXs-Rta8/s1600/instagram.png" style="border: medium none; position: relative;" / /></a>

<a href="isi dengan link akun youtube anda"_blank" title="subscribe"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_SthqKsgr1QWnuejhVr56z4zmwdNN0QyD9Fd_7HsZ60e4Ipczdw9zDvb0QBZlT_HlvvZF1BtTZGrX0lYI3CKYDpsrtgH7mSWCwi0IVnC02cWm_UQkMXW6UzQZ5Ip3E4xa-KknlH1nAFE/s1600/youtube.png" style="border: medium none; position: relative;" / /></a>

Catatan : silakan kalian ganti nama yang saya tandai warna merah dengan alamat link akun social media kalian

Semoga bermanfaat!

Sabtu, 23 November 2019

5 Langkah Menuju Obsevasi Yang Benar Dan Pasti Berhasil


Hallo kawan–kawan, apakah kalian bingung dengan bagaiman membuat laporan hasil observasi? Seblumnya yuk kita gali dulu apa sih yang dimaksud dengan loparan hasil observasi dan bagaimana cara membuatnya? Yuk kita kenalan dulu dengan teks laporan yang disebut dengan laporan hasil observasi. Laporan hasil observasi (LHO) ditulis berdasarkan hasil pengamatan yang telah kamu lakukan sebelumnya. Pada dasarrnya LHO membuat tentang informasidan penjelasan detail mengenai suatu objek maupun peristiwa.
   Gaeees, apakah kamu pernah mendapat tugas membuat laporan hasil observasi? Sebelumnya yuk kita gali dulu apsih yang dimaksud dengan laporan hasil observasi dan bagaimana cara membuatnya? Teks laporan yang disebut dengan laporan hasil observasi. Laporan hasil observasi (LHO) ditulis berdasarkan hasil pengamatan yang telah kamu lakukan sebelumnya. Pada dasarnya LHO memuat tentang informasi dan penjelasan detail mengenai suatu objek maupun peristiwa. Nantinya kamu akan menemukan pemaparan objek berdasarkan fakta dan klasifikasi hasil pengamatan. Banyak macam objek yang bisa kamu gunakan sebagai tema, baik itu benda mati maupun mahkluk hidup seperti tumbuhan, hewan, alam, dan lingkungan.
   Oke gaesss, secara umum ada beberapa tujuan dari observasi. Tujuan yang pertama yaitu, mencari tahu dan mengawasi mengenai perkembangan dari objek tertentu. Apakah objek yang diamati mengalami perubahan atau tidak. Tujuan selanjutnya yaitu, mengambil keputusan yang tepat berdasarkan hasil observasi. Tujuan terakhirnya yaitu, memperbaiki kesalahan. Laporan hasil observasi tentunya juga mempermudah kita untuk memberikan informasi asli kepada pembaca.
    Sebelum membuat LHO, kamu perlu memahami ciri-ciri khusus yang membedakan laporan hasil observasi dengan teks laporan lainnya. Ciri-ciri tersebut diantaranya laporan observasi harus bersifat objektif, faktual, dan sistematik. Bersifat objektif dan faktual artinya laporan disusun berdasarkan fakta hasil pengamatan dan tidak diimbuhi dengan pandangan pribadi penyusun. Sehingga, kebenaran dalam laporan hasil observasi dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu, laporan hasil observasi juga bersifat sistematik yang artinya laporan disusun secara rapi berurutan. Diawali dengan paragraf pembuka yang bersifat umum kemudian diikuti dengan paragraf detail mengenai aspek yang dilaporkan.
Setelah memahami apa itu laporan hasil observasi, tujuan, dan karakteristiknya. Yuk kita simak 5 langkah yang dapat kamu gunakan untuk mempermudah proses penyusunan LHO :

1. Menentukan Tema yang Akan Kamu Amati

Seperti yang telah dipaparkan di atas. Banyak objek yang bisa kamu gunakan sebagai tema dalam membuat laporan observasi. Objek dapat berupa tumbuhan, hewan, keadaan lingkungan, dan kondisi alam. Misalnya saja, laporan observasi mengenai pola hidup koala, kondisi sampah di lingkungan tempat tinggal, pertumbuhan bunga matahari, laporan observasi mengenai sebuah museum, dll. Kamu bisa mencari referensi lain di internet maupun perpustakaan sekolahmu agar lebih banyak wawasan.

2. Menentukan Tujuan dan Menyusun Jadwal Observasi yang akan Kamu Lakukan

Sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan observasi, kamu perlu menentukan tujuan terlebih dahulu agar data yang diambil lebih fokus dan tidak meluas. Kamu bisa menuliskan data apa saja yang harus diambil nantinya. Selanjutnya, kamu hanya perlu menentukan jadwal pengambilan data seperti tanggal, hari, dan jam.

3. Melakukan Proses Observasi

Saat melakukan proses observasi, fokuslah terhadap poin-poin yang telah kamu buat salah satunya mengenai data apa saja yang perlu kamu ambil. Sebaiknya catatlah hasil pengamatan dan ambil beberapa dokumentasi dari proses observasimu. Bisa berupa foto maupun video.

4. Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Saat membuat laporan observasi, perhatikan ketepatan isi dan penggunaan bahasanya. Diawali dengan paragraf umum pembuka, kemudian diikuti dengan paragraf yang bersifat khusus dan memaparkan hasil pengamatan.

5. Melengkapi Laporan

Akan lebih baik jika kamu juga menampilkan data berupa angka atau menampilkan dalam bentuk presentasi sehingga pembaca lebih mudah memahami laporanmu. Selain data, kamu juga perlu menambahkan gambar pendukung atau dokumentasi yang kamu ambil saat melakukan pengamatan.
Setelah membaca uraian di atas, bagaimana kawan-Kawan sudah paham? Langkah-langkahnya sangat mudah diikuti bukan? Sebaiknya, kamu juga memperbanyak bahan bacaan agar lebih mudah dalam membuat laporan observasi. Jangan lupa, sajikan laporan yang objektif, faktual, dan sistematis. Selamat bekerja!